• SMK SUNAN GIRI MENGANTI
  • INOVATIF KREATIF KOMPETEN

HIDUP CARA PITU

 

Oleh : Pak J  Ketua BKK SMK SUNAN GIRI MENGANTI

 

Di Surat awal Al-qur'an diturunkan kan, memang kita sudah di ajari oleh Alloh Dengan sesuatu yang luar biasa yaiti Membaca (literasi). Sebagai manusia, kita diajarkan untuk membaca. Membaca ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah. Tanda -tanda yang tersurat maupun yang tersirat. ayat yang tertulis maupun ayat yang bertebaran di muka bumi. Tanda yang terkitabkan dan tanda  tanda yang terhampar dalam kehidupan.

  Dari ayat-ayat itu, atau tanda-tanda yang diturunkan Allah itu, kita bisa belajar untuk kehidupan kita dan keselamatan kita.

 

Belajar dari ayat Alloh, seorang penjahit.

 Penjahit itu multi talent, dia bisa membuatkan baju untuk orang lain, tapi juga bisa membuat baju untuk dirinya sendiri. Namun demikian, sebagai manusia, penjahit tetap saja tidak bisa membuat dan memproduksi benang dan kain sendiri. Bahkan menanam kapas pun tidak mereka lakukan apalagi pada titik ekstrim untuk menghidupkan tanaman kapas. tentu mereka tidak akan pernah bisa melakukannya.

 

Sesekali hidup itu perlu juga mencontoh Barbershop, (tukang pangkas rambut, atau tukang potong rambut bahasa Jawanya)

Sehebat apapun mereka mengatur dan memangkas rambut orang lain mereka tidak pernah bisa memangkas rambut yang ia miliki sendiri. Ia perlu bantuan orang lain, dia perlu sentuhan orang lain agar rambut yang ia miliki menjadi rapi, tertata dan indah untuk di pandang orang lain.

FASE KEBERHASILAN

Dengan berjalannya waktu bisa jadi hidup kita ini, mengalami proses keberhasilan, melambung ke angkasa. Entah karena keilmuan kita, entah karena apa yang dianugerahkan Allah kepada kita, atau karena prestasi prestasi yang pernah kita ukir dalam kehidupan ini. Intinya kita mengalami keberhasilan ,dan tidak hanya sekedar berupa materi.

Di posisi inilah, kita terkadang sering, mengalami proses godaan, susah menerima kritikan, masukan dan nasehat orang lain. Apalagi yang melakukan semua itu, kita tau persis track record hidup sang penyampainya.

Bahasa lainnya kita bersikukuh dengan  "kebenaran yang kita yakini"( baik berupa pendapat, gagasan ide, dan sentuhan orang lain kepada kita).

 Kawan.... Anda boleh saja hebat. 

Sehebat apapun kita hari ini, terkadang kita perlu juga belajar kepada petugas ⛽ pom bensin. seringkali kita, ketika mengisi bensin di pom, petugasnya mengatakan mulai dari nol ya pak. Maka sepertinya hidup ini perlu juga sesekali kembali  dari 0. 

 Setelah kehidupan kita jauh melambung, kita perlu untuk kembali dari 0, artinya kita mulai lagi menyadarkan diri (instrofeksi diri ) Bagaimana awal, ketika kita masih belum punya apa-apa dan bisa apa-apa. Perlu menghadirkan kesadaran diri, saat ketika kita masih sangat tergantung kepada orang-orang yang ada disekitar terutama ketergantungan mutlak kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, Bahasa lainnya, kita harus berangkat dari settingan awal kehidupan kita.

 

Hal ini cocok sekali kalau di analogikan sebagaimana seseorang yang menjadi pengatur sound system. Ketika mereka mentok tidak ada jalan yang baik untuk menghasilkan suara yang briliant pesanan penonton, maka sang pengatur sound tadi harus cari default atau settingan pabrikan agar suara menjadi kembali seperti yang di harapakan.

 

 

Demikian pula dalam kehidupan kita pun, harusnya bisa belajar dari tukang sound tadi, saat kita tak lagi menemukan cara terbaik  sebagaimana harapan kita, kita harus kembali kepada default / setingan pabrik atau melakukan Trancendental atau hidup dengan melakukan CARA PITU. ( mencari PITUlungane Gusthi Alloh).

semua itu kita lakukan agar kita tidak menjadi orang yang bersikukuh dengan pendapat kita, agar kita tidak menjadi orang yang merasa menjadi dewa, tetapi sesungguhnya kita diberikan kelemahan-kelemahan yang butuh sentuhan dari orang lain.

Wallohu a'lam bishowab

Komentar

Allah

Semoga bermanfaat

Komentari Tulisan Ini