• SMK SUNAN GIRI MENGANTI
  • INOVATIF KREATIF KOMPETEN

LIMA PARADIGMA YANG MEMBUAT KITA MENGALAMI BANYAK MASALAH HIDUP

 

 

Sering kali saya melakukan pengamatan sosial dengan cara kecil kecilan,ternyata banyak manusia ini yang perilaku, kehidupannya, cenderung membebani dirinya sendiri.

 Terkadang hal ini mengakibatkan cita-citanya yang sulit untuk diwujudkan, dan bahkan sering kali cara hidupnya itu membuat bahaya dirinya sendiri. Tetapi semua itu jarang disadarinya dengan baik dan benar (saya sampaikan " Jarang" karena ada banyak tipe orang yang tidak seperti yang saya utarakan di atas.)

 

LIMA PARADIGMA YANG MEMBUAT KITA TIDAK SUKSES DALAM KEHIDUPAN | SMK SUNAN  GIRI MENGANTIMengapa kok membebani , mengapa kok membahayakan ? mengapa kok mengakibatkan cita cita tidak tercapai ? jawabannya sangat mudah yaitu karena semua itu terjadi lantaran tidak match-nya atau tidak relevan nya atau tida adanya kecocokan antara harapan sesorang, keinginan seseorang dengan paradigma (cara pandang) yang ada di kepala kita. Kalimat lainnya adalah : tidak adanya kecocokan  antara cara pandang kita terhadap sesuatu dengan apa yang seharusnya kita lakukan. ( dlewer)

Contoh kasus ke 1 MEMAKAI HELM ITU KALAU ADA POLISI SAJA


Betapa banyaknya orang yang ingin selamat dalam perjalanannya dengan kendaraan sepeda motor misalnya, tapi paradigmanya adalah bahwa menggunakan helm Itu berkaitan erat dengan polisi. Sehingga kalau disuruh pakai helm mereka akan ngomong : "jaraknya lo hanya dekat situ aja".  dan ndak mungkin ada polisi. Itu jawabannya.  Padahal esensi tujuan dari menggunakan helm dikepala kitaitu, bukan karena ada kaitanya dengan hukum dari negara . bukan karena ada kaitanya  dengan peraturan kepolisian. Tetapi memakai helm  itu kaitannya dengan keselamatan kepala kita, Keselamatan diri kita dalam perjalanan.

Betapa tidak nyambungnya antara paradigma (cara pandang ), dengan keinginan dan perilaku /perbuatan  yang kita lakukan dalam berkendara. Cara hidup seperti ini membahayakan orang lain terlebih lebih diri mereka sendiri. tapi mengapa mereka mau melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya sendiri dan merugikan diri sendiri ?

Contoh kedua BELAJAR ITU KALAU WAKTU SEKOLAH SAJA

Ketika hari Ahad dan kita meminta anak kita yang di SMK/ SMA untuk belajar, maka apa  jawaban sebagian dari mereka? mereka akan mengatakan  : Ini kan hari libur sekolah? kenapa harus belajar? besuk aja......

Cara pandangnya adalah : ketika libur sekolah adalah istirahat dan tidak belajar.

Padahal urusan belajar tidak ada hubungannya dengan hari libur sekolah, bahkan  tidak ada kaitanya dengan sekolah itu sendiri sekalipun. Mengapa  demikian ? karena belajar itu :

  1. Adalah kewajiban seorang muslim mulai dari ayunan sampai ke liang lahat. Kewajiban manusia untuk tumbuh dan berkembang. Dengan tumbuh dan berkembang itu di harapkan kita menjadi terhormat ( mulia).
  2. Karena belajar itu merupakan kebutuhan dasar manusia bukan karena tuntutan sekolah atau yang lainnya.
  3. Karena belajar itu merupakan perintah agama melalui surat yang awal kali muncul dalam al qur'an (iqro')
  4. Karena dengan belajar kita akan memahami tugas, maksud dan tujuan mengapa kita di hadirkan di dunia yang hanya sementara ini.

Tetapi betapa banyaknya cara pandang anak-anak sekolah kita, Yang tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan bahkan mereka cita-citakan sendiri. Inginnya banyak ilmu, tapi belajarnya di batasi hanya ketika masuk sekolah ?  cocok kah antar keinginan dan prilaku hidupnya dalam belajar ?

 

Contoh ketiga BEKERJA ITU UNTUK ORANG LAIN


Selama ini cara pandang kita terhadap pekerjaan yang kita lakukan adalah : bahwa kita bekerja untuk orang lain,sehingga seringkali ketika kita melakukan pekerjaan, semuanya kita takar dengan imbalan yang kita peroleh. Kita seringkali ogah-ogahan dan cenderung malas dalam melakukan pekerjaan yang kita lakukan.

Padahal kalau kita teliti dengan benar, sesungguhnya kita bekerja itu untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain. walaupun kenyataannya kita sedang ikut kepada orang lain.

Itulah mengapa kita bekerja harus sungguh sungguh, dan diharapkan bisa berprestasi? karena jika kita bisa berprestasi di tempat kerja maka prestasi itu selain untuk institusi atau perusahaan kita (tempat kerja) sesungguhnya itu semua adalah prestasi untuk pribadi kita. yaa itu prestasi untuk diri kita .

 Terus kalau endingnya seperti itu mengapa kita bekerja masih kita takar dengan berbagai alasan kita ?

Contoh ke empat BEKERJA ADALAH TUJUAN UTAMA

 Cara pandang kebanyakan anak-anak kita bahkan mungkin orang tuanya bahwa :

 Sekolah di tempat a di tempat b atau tempat c. Agar setelah lulus cepat bekerja.bahkan bisa menjadi ASN. apakah salah ? kita tidak sedang bicara tentang salah atau menghakimi orang lain .Akan tetapi kita ingin bicara tentang Matching (kecocokan ) cara pandang kita (cara berpikir kita). Karena cara pandang terhadap sesuatu itu akan mempengaruhi apa yang akan kita lakukan terhadap sesuatu itu.Apa yang sedang kita pikirkan 90 % nya itulah yang kemungkinan akan kita praktekan dalam perbuatan kita. Oleh karena itu jika ingin apapun yang baik mulailah dengan cara pandang yang baik atau cara berpikir yang baik dan benar.

Menurut pengamatan penulis dorongan keinginan setelah lulus cepat bekerja.bahkan bisa menjadi ASN, menjadikan  mereka hanya mengejar Angka Angka  buatan guru yang disebut nilai agar mendapat ijasah dan mendapat kerja.

Dengan cara pandang seperti diatas, maka kita temui hari ini, banyak siswa yang menghabiskan waktunya di sekolah, hanya untuk bercanda, hanya untuk tidur-tiduran, hanya main HP atau main main Game, bahkan mungkin merekakreatif membuat gerombolan dengan teman-temannya tapi dengan tanpa tujuan yang jelas.

Mereka lupa bahwa tujuan dari sekolah itu adalah untuk membekali dirinya dengan ilmu bukan mendapatkan angka angka yang disebut Nilai  dari gurunya semata.

Nilai itu akan muncul dengan sendirinya  akibat dari ilmu yang ia peroleh dari kesungguhannya belajar yang  ia dapatkan dari lembaga sekolah itu.

 

Contoh 5 NILAI (ANGKA ANGKA) ADALAH  SEGALA NYA

Paradigma pemikiran  anak-anak itu  tentang tugas tugas  maupun ujian dari guru tentang pembelajaran, dianggap oleh siswa berbanding lurus dengan nilai (angka-angka). Bahasa lainnyaadalah : asal ada tugas atau ujian dari guru, tujuan nya adalah Angka yang mereka namakan Nilai. sehingga mereka berebut bagaimana mendapatkan angka yang baik dari gurunya.

 
Dengan cara pandang angka adalah segalanya ? maka Seringkali mereka menempuh berbagai cara dengan mencontek dengan ngrepek dan lain sebagainya, untuk mendapatkan angka yang dia inginkan. Padahal sesungguhnya angka-angka itu bagi guru bukan sesuatu yang penting, karena tugas-tugas dan ujian-ujian yang dilakukan oleh guru itu merupakan tolok ukur sampai sejauh mana ilmu yang diberikan itu bisa dipahami, oleh para siswa yang diajar nya. DAN soal atau masalah  nilai akan muncul karena kepahaman  dari apa yang mereka dapatkan atau ilmu yang mereka peroleh.

 

 LIMA KESIMPULAN  

 

  1. Itulah mengapa kita sering terancam oleh bahaya karena cara pandang kita yang kurang tepat terhadap keselamatan diri ketika berhubungan dengan Helm.
  2. Mengapa kita tidak menjadi orang yang terangkat derajat nya ? karena bersekolah orientasinya hanya bagaimana lulus dan mendapat kerja bukan membekali diri agar berilmu. ingatlah Firman Alloh di surah 58 ayat 11 :  "........................niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan. 
  3. Kita sering kali memilih untuk malas dalam bekerja karena kita menganggap apa yang kita kerjakan itu hanya untuk keuntungan orang lain. 
  4. Tidak bersambungnya antara cita cita dengan apa yang mereka kerjakan untuk meraih cita cita , semua terjadi karena tidak Matching nya (tidak cocoknya) antara cara pandang yang seharusnya dengan prilaku yang dikerjakan nya
  5. Trend Memburu angka bagi anak sekolah yang mereka sebut sebagai nilai sangat merugikan  masa depan mereka, karena kecerdasan hanya di ukur oleh numeric yang bisa saja ndak sesuai  dengan kenyataan kemampuan sesungguhnya sianak itu sendiri.


Berparadigmalah yang benar agar prilaku kita menjadi benar. Sebaik baik Paradigma adalah Al Qur'an Dan Hadist Nabi. maka berpeganglah kepada keduanya .

Dengan berpegang erat dengan keduanya, bukan hanya keberhasilan Dunia yang akan engkau  dapat kan  tapi juga keselamatan ketika di hadapan pengadilan TUHAN.

Wallohu A'lam Bishowab 

 

Pak J  WSI

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Sosialisasi dengan Wali Murid

Implementasi program kerjasama dengan DUDIKA dengan pembiasaan ketertiban dan pendidikan karakter yang baik bagi siswa Dalam hal ini sekolah mengundang wali murid SMK hadir pada kegiata

20/08/2022 19:49 WIB - adminSMK
Kunjungan dan silaturahim Dr. Sufi Imran Azom dari Aslamiyah Foundation London United Kingdom di SMK Sunan Giri Menganti

Kunjungan dan silaturahim Dr. Sufi Imran Azom dari Aslamiyah Foundation London United Kingdom di SMK Sunan Giri Menganti 5/8/2022 diawali dengan melihat bengkel Tbsm yang memiliki produ

07/08/2022 18:43 WIB - adminSMK
KEJURPROV KICK BOXING KAB. GRESIK

             Salah satu ketercapaian prestasi yang diraih SMK Sunan Giri Menganti adalah Kejuaraan Kick Boxing yang diselengg

01/07/2022 18:20 WIB -
SMK Sunan Giri Menganti Gresik Peduli Generasi Muda & Generasi Keluarga

Salah satu bentuk karya nyata SMK Sunan Giri Menganti Gresik sebagai langkah sumbangsih dalam mencetak generasi muda dan keluarga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabup

29/06/2022 13:39 WIB -
MENDOBRAK PARADIGMA VOKASI SMK

Hari ini 13 April 2022 adalah waktu tunggu yang sudah tunai. Ibarat orang berpuasa itu, saat ini adalah waktu berbukanya, walaupun yang di janjikan berupa la' alakum tatakun ( ketakwaa

14/04/2022 12:50 WIB -